Rayakan Golden Anniversary untuk Usia Pernikahan Setengah Abad

Bulan Maret kemarin merupakan bulan yang istimewa untuk kedua orang tuaku. Bagaimana tidak, keduanya akan merayakan Golden Anniversary. Golden Anniversary adalah sebuah perayaan usia pernikahan yang sudah memasuki setengah abad alias 50 tahun lamanya. Ibu memang sudah lama merencanakan ini di tahun-tahun sebelumnya. Ibu bercerita padaku tentang ulang tahun pernikahan yang sudah menginjak angka 50 tahun adalah hal yang sangat istimewa dan berkah dari Yang Maha Kuasa. Ibu ingin merayakannya dengan bentuk syukuran kecil-kecilan di rumah dengan mengundang tetangga terdekat dan kerabat keluarga. Tapi, jauh di balik itu semua, yang ibu inginkan adalah agar anak-anaknya bisa memanfaatkan momen terbaik ini untuk bisa berkumpul, terkhusus untuk anak-anaknya yang merantau dan tinggal jauh dari pandangan.

Aku dan kelima orang kakak laki-lakiku bersyukur masih bisa melihat ibu dan bapak bersama di usia pernikahan yang sudah sangat lama itu. Apalagi aku, anak bungsu yang masih Allah berikan kesempatan untuk melihat kedua orang tua dalam keadaan yang sehat walau jarak usia aku dan masing-masing mereka berdua adalah 54 tahun dan 44 tahun. Adalah sebuah hal yang harus disyukuri dan dimanfaatkan sebaik mungkin agar mereka tetap terjaga, baik pikiran dan perasaan mereka.


Rangkaian acara di malam itu hanya sederhana. Acara dipandu oleh kuyung Arpan (kakak nomer 4) kata sambutan dari kakak tertua, kuyung Agung, kemudian bersama membaca surat Yasin dan doa yang dipimpin oleh kuyung Fauzan (tetangga dekat rumah),  kemudian dilanjutkan dengan makan bersama. Makanan khas daerah seperti tekwan pun menjadi menu wajib untuk dihidangkan malam itu. Selain tekwan, ada beberapa cemilan atau jajanan pasar yang menemani. Adapun tumpeng yang menjadi khas sebuah perayaan tak luput dari pandangan. Dengan bertuliskan kalimat 'Happy Anniversary' yang diukir dari wortel, memperindah tumpeng 50th Anniversary itu.

Tumpeng mini

Kuyung Arpan sebagai pembawa acara
Kuyung Fauzan sebagai pemimin doa dan pembacaan surat Yasin
Kuyung Agung dalam menyampaikan kata sambutan selaku kakak tertua
Pembacaan surat Yasin bersama



Dan sampailah kami di penghujung acara dimana tidak ada lagi tamu yang datang, acara ini dikhususkan anya untuk keluarga tercinta. Ada bapak, ibu, kuyung-kuyung, aku, menantu dan cucu. Berkumpul untuk diabadikan di dalam jepretan kamera.

Edisi keluarga inti
Edisi full team (minus suamiku huuhuu)
Berfoto bersama menggunakan baju couple


My Instagram

Made with by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates