Mood, Color, Casio, and I


“Ohh kamu udah kerja toh. Saya pikir masih kuliah ambil seni DKV”

Kalimat itulah yang sering meluncur dari setiap orang yang kutemui di tempat baru. Bersama mereka para pemenang dari suatu kompetisi. Dari karya yang aku menangkan, mereka berpikir bahwa itu semua adalah sebagai perwujudan dari latar belakang pendidikanku. Dengan isengnya, aku bilang kalau aku bekerja sebagai seorang Ahli Gizi di salah satu rumah sakit di daerahku. Adalah sebuah pekerjaan yang sangat bertolak belakang dengan hobi menggambarku. Reaksi merekapun biasa aku hadapi. Tercengang. Dan bagaimana passion menggambar itu bisa kudapatkan, tentu dari belajar sistem autodidact yang aku lakukan sejak kecil hingga sekarang.
Picture 1. Half artist, half nutrisionist
Awalnya cukup ragu untuk memilih salah satu di antara passion itu. Menjadi Ahli Gizi atau pindah jalur mengikuti hobi lamaku. Sempat gamang di antara kegalauan. Tapi akhirnya aku diberi kesempatan untuk membuktikan bahwa aku bisa menyatukan pekerjaan dengan hobi menggambarku melalui lomba komik Pergizi Pangan di tahun 2016. Meski tak mampu menembus menjadi pemenang utamanya, menjadi salah satu pemenang dan masuk 50 besar sudah cukup membuatku bangga. Dengan hanya bermodalkan gambar manual dengan media kertas dan pewarnaan seadanya menggunakan watercolor, karya komikku masuk dalam kontrak penerbitan.
Picture 2. Komik yang kubuat untuk lomba Pergizi Pangan
Aku pernah tergugah dengan sebuah kalimat dari seorang designer bernama Carend Delano. The best quotes by himself is,
"Emphasize on the best part of your true color is the way to make yourself fabulous"
Dari beliau aku belajar bahwa meski berderai air mata, sempat gamang dalam kegalauan, jatuh dan terkadang ingin menyerah, di saat itulah kita menyadari bahwa kita sudah sampai di titik dimana kita tengah menuju puncaknya sebuah passion kita. Semakin menukik, semakin menanjak, tentu akan semakin berat. Boleh jadi pekerjaan sekarang mampu memberikan kita penghasilan dan pemasukan di dalam keuangan kita, namun apakah yakin dengan itu kita akan merasa hebat dan bahagia? Kalau menurutku pribadi, tentu akan sangat kurang. Itulah kenapa di saat aku merasa bosan, suntuk dengan pekerjaan, aku keluarkan alat gambarku (yang terdiri dari cat air, spidol permanen, pensil warna, dan lain sebagainya) kemudian menjadikan kertas putih itu menjadi korbanku untuk releasing stress. Hasilnya cukup mampu membantuku kembali merasa tenang, senang, dan beban hilang.



Seringkali orang membaca untuk melepas rasa penat dan jenuh. Baik jenuh dari soal pekerjaan, kehidupan, bahkan percintaan (heleeeh). Aku lebih suka membaca sebuah buku yang menuntunku membuka imajinasiku lebar-lebar seperti novel yang imajinatif, buku kumpulan puisi, dan juga buku kumpulan kalimat motivasi seperti karya kak Diana Rika Sari dalam bukunya yang berjudul '88 Love Life' yang sudah memasuki volume 3. Bukan hanya kalimat per kalimat yang membuatku merasa menjadi 'new me', namun juga warna di setiap lembar bukunya yang begitu menggugah selera untuk membacanya. Juga bisa dijadikan bahan untuk fotografi kita di seni foto flatlay. Buku beliau bisa kusimpulkan menjadi 'Jangan Membenci. Tetaplah menjadi baik'. Oke fix! Ini buku seperti mengembalikan mood-ku seketika karena jenuhnya hidup membuat segala pandangan menjadi sesuatu hal yang menyebalkan.
Tentu saja dalam pembuatan buku, kak Diana Rika Sari tidak melakukannya dengan sendiri. Beliau berkolaborasi dengan desainer yang tak kalah cantiknya yaitu kak Dinda. Dan aku jamin, kalian yang ingin mengembalikan mood bisa membaca buku, salah satunya baca colorul book story by kak Diana dan kak Dinda.

Picture 3. Let read some books


Melihat warna-warna yang cerah dan menenangkan adalah salah satu hal yang bisa me-release stress kita. Hanya dengan sekedar mencuci mata di toko buku yang menjual berbagai macam stationary, perasaan gembira di balik dada itupun bermekaran. Tapi tetap yaahh amankan dompet kita karena kalau sekali saja masuk ke sana suka khilaf sendiri ambil barang-barang lucu. Seolah mereka melambai-lambai untuk segera dibelai eh dibeli. Selain itu, kita juga bisa mengontrol stress kita dengan mewarnai sebuah gambar. Tak perlu menjadi seseorang yang pandai dalam mendesain dulu agar bisa mewarnai karena mewarnai adalah kemampuan dasar setiap orang. Bagus atau tidaknya pewarnaan itu adalah urusan paling terakhir. Yang paling utama adalah mengembalikan mood kita.

Dan hal lainnya yang bisa dilakukan untuk boost our mood yaitu menuliskan berbagai kegiatan yang akan kita lakukan di saat weekend. Salah satunya dengan mengisi kolom kosong di planner book kita menggunakan sticker, washi tape, dihiasi pena warna, atau spidol warna. Sticker-sticker lucunya bisa diperoleh dengan sangat mudah di minimarket terdekat atau di Ind*mar*t. Dijamin deh tidak akan terasa kerjanya kalau sambil bikin catatan yang dihiasi pakai pena warna warni dan ditemani sticker lucu.

Picture 4. Menulis planner dengan pena warna-warni adalah salah satu hal kecil yang bisa mengembalikan mood
Terkadang menjadi seorang karyawan/karyawati itu bawaannya suka serius dan formal bahkan alat tulispun kudu jadi ikut-ikutan formal. Sayang banget kalau sampai pekerjaan menjadi begitu membosankan dan monoton. Lebih baik pilih alat tulis yang sesuai dengan warna favorit kita atau yang sesuai dengan suasana hati kita saat ini. Agar teman-teman bisa mengetahui warna teman-teman yang sebenarnya, kalian bisa cari tahu di sini.





Picture 5. Kuning...Kuning...
Menurut tes MY TRUE COLOR, warnaku yang sebenarnya adalah warna K U N I N G. Setelah membacanya, kok mirip ya? Hihihi.... Sifat terburuk di dalam diriku adalah C E R O B O H dan akumulasi dari kecerobohan itu seringlah berujung dengan rasa P E N Y E S A L A N. Tapi seiring dengan semakin bertambahnya usia, aku harus cepat sadar untuk segera dengan perlahannya berubah. R E D dan K U N I N G adalah dwi warna favoritku. Saat barang-barang di rumah sudah penuh dengan warna kuning, saatnya aku memenuhi dengan warna merah kesayangan. Salah satunya dengan Casio Colorful Calculator SL-310UC Red !



Saat ini, Casio Computers Ltd mengeluarkan produk terbaru di seri kalkulatornya. Dengan mengusung tema terbaru "My Style" dengan varian 'Colorful' dan 'Stylish' yang sangat disesuaikan dengan gaya para konsumen muda. Dengan warna-warna yang ditawarkan, Kalkulator casio ini juga sangat cocok bagi kita yang tengah mencari mood booster dalam bekerja, atau juga bagi teman-teman yang suka berkarya. Bisa juga dipakai oleh ibu rumah tangga dalam mengatur keuangan. Kalau aku sih jelas. Kalkulator sangat membantuku dalam penghitungan jumlah kalori pasien saya di rawat jalan yang membutuhkan perhitungan yang cukup cepat dan akurat.


Picture 6. Casio Colorful Calculator menghadirkan 10 pilihan warna. Which one do you prefer?

Picture 7. Desain body yang 'tumpul', dilengkapi dengan tombol yang senada dengan bentuk tubuhnya, memberi rasa nyaman sendiri saat digenggam
Picture 8. Permukaan rata dan tombol yang ditekan pun lembut, sehingga menjadi terapi tersendiri  bagi jari jemari
Picture 9. Angka dan huruf yang didesain dengan ukuran yang cukup besar


Dan untuk mendapatkannya sangat mudah. Bisa dibeli di store terdekat atau belanja di Mataharimall.com . Kenapa harus mataharimall? Karena teman-teman bisa mendapatkan potongan harga sebesar Rp. 18.000,- dengan hanya memasukkan kode promo ini :

CASIOBLOGHB6170Q

Yuk intip tutorial pemesanan Casio Colorful Calculator di bawah ini.


Casio Colorul Calculator-nya sudah dipesan, tunggu pengiriman, dan jadilah ia datang membawa kabahagiaan di antara kehidupan kita yang terkadang suka mengeluh ini.

Picture 10. Starter Pack of Nutritionist be like

So guys, menjadi bahagia itu sangat sederhana. Dimulai dari hal-hal terkecil di sekitar kita. Kalkulator Casio colour mungil, misalnya. Pas di genggaman saja bisa melengkungkan senyum di wajah kita. Aku sudah melakukan hal terkecil itu dengan melengkapi Casio My Style, Colorful Calculator di antara starter pack-ku. Kalau kalian bagaimana?

***

Referensi bacaan di atas dikutip dari :

My Instagram

Made with by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates