Bait untukmu

Banyak yang bilang agar 'mencintai dalam diam'
Tapi tahukah kamu kalau itu tidak mudah?
Kalau kamu tahu, berarti bolehkah aku mengutarakannya?
Kamu pun tertawa
Dan berlalu begitu saja

Terima kasih

Sebenarnya banyak yang belum aku mengerti tentang untuk apa perasaan ini hadir dengan mudahnya. Mudah dengan hanya satu kali melihatnya dan tersenyum kepadaku, langsung hati berdebar. Aneh! Kalau bisa menghadirkan satu saja cinta untuk dipegang teguh komitmennya sampai waktunya benar-benar tiba, yah kalau bisa.

Namanya saja nafsu. Kalau cinta pasti sudah Allah goreskan satu nama di Lauh Mahfudz-Nya dan menuntunnya menemukan tulang rusuk yang hilang untuk disempurnakan. Hanya saja kembali dengan waktu, persiapan, dan komitmen. Kalau tanpa ketiganya, maka cinta hanya sebatas cinta yang diucapkan tanpa pernah dibuktikan.

Bagaimana dengan hati yang selalu merindu saat tak bertemu dan tersakiti saat berpaling ke lain hati? Padahal dia belumlah menjadi seseorang yang Allah telah takdirkan? Apakah masih salah dengan perasaan yang begitu membuncahnya tanpa mengerti mengendalikannya? Aku harap tidak ada yang salah selagi cinta ini tidak pernah disalahartikan kehadirannya serta tidak pernah dipermainkan sehingga tidak banyak telaga hati yang teracuni.


Untukmu...
Suatu hari akan kau temukan sekerat hati yang telah hampir kering ini
Bukan karena aku tak percaya kau 'kan datang
Bukan karena lelah menantimu yang tak ada kabar
Bukan karena takut kau yang oernah menghilang takkan lagi kembali
Hanya saja karena kau telah menghisap habis dayaku
Menghisapnya lewat waktu yang tak pernah kupastikan batasnya kapan
kau akan datang
Dengan mereka yang akan menjadi saksi
Dengan mereka yang akan menjadi kamera zaman
Dengan mereka, mereka, mereka
Yang mencintaimu dan mencintaiku
Yang menerimamu dan menerimaku

Untukmu...
Bukan hanya sekedar bait per bait ini aku cintaimu
Bukan hanya dengan ketakutan kau 'kan kecewa
Bukan !
Kau terlalu istimewa untuk ku deskripsikan dengan bait
Kadang dirimu terlalu indah dibandingkan syair
Dirimu terlalu berharga dibandingkan gadget mahal
Dirimu terlalu nikmat dibandingkan tidur di tengah kelelahan
Dirimu apa yang selalu aku syukuri
Itu saja

Untukmu...
Tiada lagi yang patut aku tulis
Tiada lagi yang patut aku khayalkan
Tiada lagi yang patut aku lukiskan
Karena kau telah nyata hadir
di sini

My Instagram

Made with by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates