Nutritionts = Nutritionist

Ilmu Gizi. Ilmu yang mempelajari tentang asupan zat-zat nutrisi seperti karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang disesuaikan dengan kebutuhan kalori setiap orang.



Itulah definisi yang pertama kali bisa saya nalarkan sendiri semenjak mengikrarkan diri jaadi mahasiswi yang turut dalam barisan Gizi pada tahun 2012. Saya masuk ke jurusan ini bukan berarti selama SMA saya sudah merencanakan dan mempersiapkan dengan matang untuk masuk kejurusan ini. Tidak. Saya baru pertama kali mengenal yang namanya G I Z I itu sewaktu teman saya mengajak saya untuk mendaftarkan diri di Poltekkes Kemenkes Palembang. Awalnya, saya tidak tertarik karena saya lebih memfokuskan diri ke Universitas Negeri dan Sekolah Tinggi Kedinasan. Namun, setelah berdiskusi dengan ibu, akhirnya saya tertarik. Dan melihat jurusan apa saja yang ada di sana. Keperawatan, Gizi (Akreditasi : A) Kebidanan, Keperawatan Gigi, Farmasi, dan Analis Kesehatan (Akreditasi : B). Saya memutuskan ambil Gizi-baru didengar, akreditasi A (alasan memilih). Lalu, saya mendaftarkan diri, mengikuti tes tertulis-kesehatan, pengumuman, dan LOLOS. Saya pun semakin memantapkan diri kuliah di Gizi setelah di televisi banyak sekali kecurangan terhadap pangan yang sering dikonsumsi khalayak ramai. Dan di sinilah perjalanan saya menjadi mahasiswi baru (maba) di Gizi dimulai. jeng jeng...

Baru satu semester saya sudah mulai menyukai jurusan yang tak sengaja saya ambil ini. Ada Ilmu Gizi Dasar, Ilmu Pangan Dasar, Gizi Kuliner Dasar, Kimia Dasar, Bahasa Inggris, Anatomi Fisiologi, Bahasa Indonesia, Komputer Dasar, dan Pendidikan Agama Islam. (Ke sembilan mata kuliah itu hanya didapatkan sewaktu semester 1. Untuk semester dua, nanti saya post-kan lagi)

1. Ilmu Gizi Dasar
Mata kuliah ini dibimbing langsung oleh bu Hana, bu Rusnelly, bu Susi, dan bu Terati. Mata kuliah ini membahas tentang gizi bagian dasarnya yaitu zat gizinya seperti karbohidrat, lemak, protein, vitamin larut lemak dan air, juga mineral makro dan mikro. Selain itu, juga mengenal PUGS atau Pedoman Umum Gizi Seimbang, menghitung jumlah porsi dan nilai gizi yang diperlukan bag tubuh seseorang, menghitung nilai penukar bahan makanan, dan mengukur kebutuhan gizi bagi satu keluarga.
Ke empat dosen itu bisa dibilang sangat 'keras' mengajar. Saya bisa memaklumi kalau memang Ilmu Gizi bagi masyarakat Indonesia tidak bisa main-main. Di saat ini saya dan teman-teman seperjuangan ditempah habis-habis hingga lulus nanti bisa dikatakan Ahli Gizi Berkualitas !

2. Ilmu Pangan Dasar
Dibimbing oleh pak Tono, bu Yuli, dan bu Terati. Mata kuliah ini merupakan perluasan dari Ilmu Gizi Dasar dimana Ilmu Pangan ini mempelajari makanan yang berkaitan dengan makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Ada juga materi tambahan bumbu, zat anti gizi, nira (kelapa), dan share tentang pola pengolahan pangan yang menyimpang dari yang sebenarnya di kalangan masyarakat.

3. Gizi Kuliner Dasar
Dosen-dosennya bu Yuli, bu Rohanta, bu Manuntun, dan bu Imel. Mata kuliah ini memberikan keistimewaan tersendiri di kelas. Apalagi kalau bu Rohanta yang masuk. Beliau biasanya menampilkan slide atau file dokumen yang berisikan tentang gambar makanan yang sesuai dengan tema hari itu, misal menu pesta. Gizi Kuliner Dasar itu sendiri juga merupakan perluasan dari Ilmu Pangan Dasar berupa teknik memasak, menghidangkan makanan  yang baik, sehat dan menarik juga menggugah selera untuk disantap, berdasarkan definisi dari kuliner itu sendiri.

4. Kimia Dasar
Dipegang oleh pak Jack (Muzakar) dosen Gizi dan pak Anton, dosen Analis Kesehatan untuk teorinya. Untuk praktik, ada bu Yunita dan bu Eliza, sebagai tim yang solid dan kompak. Untuk teori masih ada materi SMA yang nyangkut walau sedikit. Untu materi setelah UTS, pak Anton lebih banyak menjelaskan tentang teori menganalisa bahan makanan melalui teknik-teknik kimia. Untuk praktik, kebanyakan menentukan kadar dalam suatu larutan.

5. Bahasa Inggris
Dipegang oleh dosen Analis Kesehatan, sir Ihsan. Kebanyakan materi SMA diulang namun setetlah UTS ada sesi debat antar mahasiswa di dalam kelas.

6. Anatomi Fisiologi
Dr. Billy, pak Jont, dan Manuntun adalah dosen yang membimbingi kami. Anatomi Fisiologi lebih ke seperti pelajaran Biologi di SMA, namun mempelajari sistem-sistem di dalam tubuh. Materi ini sangat banyak hingga akan sulit jika dari SMA sudah tak paham.

7. Bahasa Indonesia
Mata kuliah yang banyak mengulangi materi saat masih di SMA, SMP, bahkan SD. Dipegang oleh pak Sarmadi, dosen Farmasi.

8. Komputer Dasar
bu Nurul sebagai dosen pembimbing mata kuliah. Lebih ke microsoft word, excel, dan power point.

9. Pendidikan Agama Islam
Bu Nyimas menjadi dosennya. Dosen yang bisa dikatakan sibuk bolaki balik Gizi-Direktorat ini masih bisa me-manage waktunya agar bisa tetap hadir di dalam kelas walau jamnya agak begeser dari jam yang sudah dijadwalkan sebelumnya.

Itulah gizi yang baru dikenal dasarnya saja. Namun, jangan salah. Dasarnya inilah yang akan menentukan ke mata kuliah selanjutnya. Biar dikatakan mata kuliah yang paling dasar, sudah banyak sekali pengetahuan tentang gizi dan pangan yang bisa dikenali di sekitar. Juga, sudah bisa menghibau masyarakat tentang pengolahan bahan makanan. Semuanya berawal dari proses pemasakan, bukan? :)

Gizi itu dekat dengan kita karena ia bisa didapat dari segala macam yang kita makan. Siapa yang tidak suka makan hayo? Hidupmu berdasarkan apa yang kamu makan. Berikan perhatian terhadap apa yang kita konsumsi, meski sedikit. Calon penerus bangsa yang sehat berawal dari makanan.

My Instagram

Made with by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates