Banjir Gara-gara Musinya Bochor! Bochor !

Diawali dengan bismillahirrohmaanirrohiim, Assalammu'alaikum warohmatullahiwabarokatuh.
Pemilik blog tercantik ini hadir dengan laporan terbaru tentang Februari... yeaaaay! * penonton histeris* Nah, saya di sini mau share sedikit tentang banjir yang melanda kota tercinta, Es E Ka A Ye U, Sekayuuuu. Teman-teman yang berada di luar kota Sekayu, baik yang satu pulau maupun yang tinggal di seberang (tetanggaan ceritanya) pada tau pasti tentang keadaan kota kecil kami ini *agak terharu* dari berbagai pemberitaan.

Tapi saya dan keluarga merasa bersyukur rumah kami dibangun dengan kerangka panggung, rumah kayu, yang waktu banjir, airnya masuk sedikit. Ini saya cuma berbagi sedikit foto tentang rumah saya yang tergenang sungai Musi. Maklum, sungai terpanjang di Sumatera Selatan ini kan terpampang nyata *eh terbentang luas di belakang rumah. Yah, jadi bisa disimpulin kenapa bisa kena banjir hehe...

Picture 1. Bapak lagi beresin kayu yang nyangkut di belakang rumah

Bangunan kayu kecil itu dulunya kandang ayam sebelum banjir benar-benar menenggelamkan rumah ayam itu, hiks. Untungnya punya bapak yang rajinnya tak terkalahkan oleh usia. Kayu hasil buangan orang atau kayu-kayu milik tetangga yang hanyut terbawa banjir yang nyangkut di belakang rumah, disingkirkan oleh bapak untuk dibuang menjaduh dari rumah agar tidak menjadi sumber penyakit.

Picture 2. Ini kondisi air yang menggenangi bagian belakang rumah
Lumayan kotor ya suasananya ternyata kalau dilihat dari sisi kamera. Tapi, sampah-sampah itu seolah-olah tak nampak saat memandangi 'peliharaan gratis' macam-macam ikan di dalam genangan air itu. :D

Dengan meluapnya sungai Musi ini, membuat kami banjir rejeki juga. Banyak ikan yang diberi oleh sanak saudara yang memang sengaja pergi mancing untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari atau memang lagi iseng, senang karena rejeki sudah datang untuk minta dijemput. Saking banyaknya ikan itu, ibu berinisiatif membuat kerupuk.
Awalnya ikan dbersihkan, terus digiling, dan dicampur dengan garam sagu, lalu dibentuk memanjang, dan direbus. Setelah direbus sampai benar-benar matang, ditiriskan, lalu didiamkan hingga esok hari sampai agak mengeras lalu diiris tipis.

Picture 3. Adonannya diiris tipis (itu tangan ibu hehe)
Picture 4. Irisannya disusun rapi di atas tampah (itu tangan saya hehe :b)
Picture 6. Setelah rapi, dijemur di atas atap sampai mengering dan keras

Nah, setelah semua step dilakukan, tinggal dijemur di bawah panas terik. Lalu setelah agak kering bisa digoreng langsung, boleh juga disimpan terlebih dahulu. hmm...
Cerita di atas juga sebagai bagian dari cerita libur semester saya. Menarik, bukan? Selalu ada hikmah dibalik setiap kejadian, terkhususkan bagi kita yang senantiasa peka terhadap apa yang dikaruniakan bukan mengeluh saat Dia memberi sedikit cobaan. Selamat rehat teman semua...

Alhamdulillahirobbil'alamiin... Wassalammu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh...

My Instagram

Made with by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates