Mengabdi Pada (Sekolah Dasar) Negeri

Tepat hari Rabu, tanggal 13 Agustus 2014, tingkat 2 B Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Palembang melaksanakan penyuluhan di SDN 131 Palembang. Tentu, ini adalah pengalaman pertama kami yang terjun di lapangan dan berhadapan dengan masyarakat. Ya, dalam bidang penyuluhan tentunya karena sebelumnya kami pernah bertemu langsung dengan masyarakat penderita Hipertiroid dan Hipotiroid di Magelang. Hanya saja di sana, kami tidak memberikan penyuluhan hanya menanyakan kondisi, melakukan recall 24 jam atau food history untuk menentukan pola makan si pasien sehingga jadi tahu penyebab masalah gizi ini timbul. Menyenangkan, bukan?
Nah, untuk penyuluhan di SD ini, kelompok 2 (terdiri dari Chika Erian, Dita Rahma Utami, Ernita Lorensia, Hanin Dita Wijayanti, Meca Debriantri Cuhida, dan juga saya, Siti Rizki Noviana) mendapatkan tema penyuluhan "Jajanan Sehat". Dan untuk mendukung penyuluhan tersebut, kami membuat media slide show dari power point dan poster. Sudah tertebak dari awal bahwa soal bikin poster pastilah seorang Siti. Hakhak.
Poster tentang Jajanan Sehat

Sebelum terjun ke lapangan, kami tentu saja melakukan simulasi terlebih dahulu di dalam kelas dengan dibimbing dosen mata kuliah PKG Lanjut (Pendidikan dan Konsultasi Gizi Lanjut), bu Rusnelly. Awalnya yang menjadi moderator untuk penyuluhan di Sekolah Dasar adalah Ratih dan penyampai materinya adalah Chika. Oleh karena ada kebijakan baru, dibentuklah kelompok satu lagi dan Ratih harus tersisih.

Meski Ratih harus terisisih dengan berat hati, kami tetap melanjutkan penyuluhan. Sebagai gantinya, ditunjuklah saya menjadi moderator untuk penyuluhan kali ini. How it feels? Yap! Deg-degan, iya. Takut mulut terkunci, iya. Takut diledekin anak-anak, iya. Dan semua ketakutan bercampur sebelum hari H.

Aku yang masih di Sekayu pun langsung kembali ke Palembang di hari Seninnya guna mempersiapkan persiapan apa untuk penyuluhan. Dari pagi hingga sore berkutat di depan laptop untuk memperindah tampilan power point  di ruang HMJ dan Mushola kampus, mempersiapkan pre test dan post test, juga games yang akan menghilangkan kejenuhan anak-anak setelah mendengarkan ceramah kami. Ada juga hadiah yang telah disiapkan bagi mereka yang mampu menjawab pertanyaan dari kami dan berhasil memenangkan games.

Sang penanggung jawab mata kuliah, Heny Prilistawaty, mengatakan untuk kelompok 1 dan kelompok 2 mendapatkan giliran di siang hari, kelas 4A dan 4B. Kami yang tergabung dalam kelompok 2 itupun cukup lega karena memiliki waktu yang cukup banyak untuk bisa mematangkan persiapan di pagi hari. Tapi, ini yang dinamakan : "Teori di kelas sering beda (jauh) dengan praktik di lapangan".
Saya yang esok paginya sengaja belum sarapan dan belum jemur pakaian, (karena rencananya setelah memberikan bahan penyuluhan akan kembali lagi ke kosan untuk melakukan yang belum sempat saya lakukan sebelum ke kampus) tiba-tiba langsung diberi tahu bahwa tidak ada penyuluhan di siang hari. Rencanaku akan sarapan di kampus, harus diluluhkan harapan itu dengan langsung pergi ke lokasi saat itu juga.

Kegelisahanpun tidak berhenti sampai di situ. 2 anggota kelompok kami, Chika dan Meca, belum tiba di lokasi. Chika yang (mungkin) belum tahu kalau penyuluhan siang ditiadakan, masih sibuk berada di fotokopian untuk mencetak kertas soal untuk anak-anak SD dan ternyata datanya tidak ada di flash disk. Apa mau dikata, test itupun kami beri secara lisan kepada anak-anak SD. Dan Meca, selaku penanggung jawab mata kuliah PKG, bersama dengan Heny sedang pergi ke Direktorat untuk meminjam LCD.

Bu Rusnelly yang melihat kami kebingungan di lapangan (ya bingung karena kami tidak tahu kelas mana yang akan kami berikan penyuluhan), memanggil kami untuk segera masuk ke kelas VI D. Di dalamnya sudah duduk seorang guru yang hendak mengajar. Untungnya bu Rusnelly memberikan pengertian kepada guru tersebut dan kami pun melaksanakan penyuluhan.

Dibuka dengan salam dan menanyakan kabar, membuat rasa lapar dan juga deg-degan sirna dengan penerimaan adik-adik kelas VI D yang begitu hangat. Saya yang tipe orangnya akan sakit perut kalau berbicara di depan audiense, seketika sirna dan berubah menjadi lebih cair menanyakan sesuatu yang berkaitan dengan sekolah yang menurutku bagus itu. Bagus darimana? Ya bagus karena sudah menerapkan Jajanan yang sehat dan bersih itu seperti apa. Dilhat dari awal pintu masuk, tidak ada pedagang kaki lima yang menjajakan jajanan di depan pagar. Serta dilengkapai fasilitas kantin sehat. Itulah kenapa saya mengacungkan 2 jempol untuk sekolah ini.
"Perkenalkan nama kakak Siti Rizki Noviana, bisa dipanggil Siti, Kiko juga boleh"

"Hayo, yang tahu apa arti jajanan angkat tangan!" kata moderator :p
Itu segelintir foto yang diambil oleh Dita. Si moderator mencoba menghidupkan suasana kelas dengan memperkenalkan diri dan membuka materi dengan menanyakan pengetahuan mereka dengan kepandaian mereka memaknai arti Jajanan menurut mereka.
Saya senang ada yang sudi mengangkat tanngannya. Setelah saya tunjuk untuk mempersilahkan adik itu menjawab, saya dicueki pemirsaaaaahhhh. Dia hanya bercanda dan saya yang kikuk di sana, langsung hilang ke-jaim-an saya seketika. Anak-anak kelas 6 D tertawa -______-

Setelah agak lama menyampaikan, Chika datang dan saya langsung persilakan menyampaikan materi. Chika yang belum hilang nafas terengah-engah nya itu pun kaget. Dalam hati saya bilang, "Jahat kali aku".

"Nah, ini namanya kak Chika. Kak Chika akan menyampaikan materi
untuk adik-adik semua"
"Selamat pagi, Adik-adik!" kata Chika
Penyampaian materi pun berjalan meriah karena ada oknum yang membuat suasana kelas menjadi lebih hidup. Namanya Hendi. Pas saya tanya namanya dia bilang, "Hendi Ganteng, Yuk". Iya deh. Iyain aja yah. Dan antusias mereka sangat luar biasa. 

Saat Chika menanyakan makanan apa yang sering adik ini beli di kantin
Setelah melihat ekspresi adik-adik yang mulai bosan, kami pun memberikan susu dan games mengenai bahan makanan yang telah kami jelaskan sebelumnya.
Saat sesi  games, Hanin menjelaskan aturan main

"Siapa yang tahu makanan apa saja yang tergolong
dalam Karbohidrat?"
Nah, ini yang mendapatkan hadiah karena berhasil menjawab pertanyaan.
Dan juga yang tadi di awal membuat saya kikuk karena telah mengerjai saya
Ini adalah sesi terakhir kami. Mereka kami suruh mencatat jenis bahan makanan dan juga penggolongannya di dalam zat gizi agar mereka selalu ingat sampai akhir hayat (icikiwirrr).

Menulis bahan-bahan makanan yang termasuk dalam 6 golongan zat gizi

bersama kak Hanin
Hendi ada dimana-mana -___-"

Dari kiri ke kanan : Meca, Hendi, Dita, Ernita
(ciee Hendi jadi artis)
Dan kami pun mengucapkan salam perpisahan kepada adik-adik yang sudah menyempatkan waktunya untuk mendengarkan dan mengikuti penyuluhan dari kami sekalian. Antusias mereka membuat kami menjadi lebih bersemangat lagi untuk terjun ke lapangan dan menemui keragaman masyarakat lainnya.
Setelah keluar kelas, kami menuju ke kelompok lain yang duduk di depan kantor guru. Saya kira sudah selesainya penyuluhan tidak akan berurusan lagi dengan mereka tapi ternyata Hendi tidak mau lepas dari saya dengan alasan, "Ayuk Siti nih latah". Tuwew~
Saya pun mengabadikan foto saya bersama Hendi dkk di lapangan dengan harapan setelah ini tidak lagi diikuti.

Saya pun langsung ke parkiran untuk menemui Friska, teman saya yang telah sudi memberikan tumpangan untuk saya. Tapi Hendi dkk pun masih mengikuti saya sampai teman-teman saya pun heran melihat saya yang membawa massa begitu banyaknya. Saya bilang mau pulang, tapi adik-adik ini bilang,
"Nanti aja, Yuk."
"Bulan depan dateng lagi ya, Yuk."
"Aku mau ikut ke kampus Ayuk."
***

Khimar biru

My Instagram

Made with by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates